Thursday, December 18, 2014

NATAL HADIRKAN DAMAI DALAM KELUARGA

Sorong, Wiyai News – Dibawah sorotan tema, “Berjumpa Dengan Allah Dalam Keluarga” menghadirkan sebuah damai dalam keluarga yang rukun serta hidup dalam Tuhan. demikian disampaikan Gembala Sidang Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat Bukit Sabda Bahagia Sorong, Pdt Marthinus G.Balubun, M.Th di awal khotbah perayaan Natal Jemaat, Kamis (18/12/14) malam.


Dalam khotbahnya yang diambil dalam kitab Imamat 26: 12 memberikan beberapa kado natal kriteria untuk selamat masuk sorga harus melalui proses seperti, kelakukan buruk dalam keluarga perlu dirubah, pelihara hari-hari sabat dan menghormati tempat kudusnya Tuhan serta taat dan setia kepada Tuhan sampai akhir.


Fragment yang dipersembahkan anak-anak Gereja Anak GBI Bukit Sabda Bahagia Sorong

Fragment yang dipersembahkan anak-anak Gereja Anak GBI Bukit Sabda Bahagia Sorong



Dari poin diatas, kata Ketua GBI Wilayah Kota Sorong itu, anak Tuhan akan mendapat berkat materi berupa apa saja, pasti mengalir sangat luar biasa dari yang mempunyai semuanya yaitu Tuhan Allah.


Berkat rohani yang dijanjikan Tuhan yaitu, Damai sejahtera turun dalam keluarga, sehingga selalu hidup aman, tentram dan nyaman, kemudian menjangkau jiwa bagi Tuhan untuk diselamatkan, maka terjadi pemulihan di Kota Sorong, karena sudah ada representative Kerajaan Allah di bumi.


Pdt Marthinus menambahkan, jika Wali Kota Sorong mencanangkan bulan Desember sebagai bulan Natal, maka Gereja Tuhan harus meresponi dengan membuatnya sebagai bulan suci.


Penari Tamborin GBI Bukit Sabda Bahagia Sorong sedang menuji Tuhan

Penari Tamborin GBI Bukit Sabda Bahagia Sorong sedang menuji Tuhan



Dalam perayaan natal ini disuguhkan beberapa kegiatan seperti fragment yang dipersembahkan oleh anak-anak jemaat ini, serta tarian, tamborin dan juga pujian penyembahan yang dipersembahkan kepada Tuhan dari Jemaat Bukit Sabda Bahagia Sorong.


Perwakilan Badan Pekerja Daerah GBI Papua Barat, Pdt Yafet Tampane dalam pesan dan kesan natalnya berpesan¸ di tahun 2015 nanti Gereja harus bersatu untuk menjadi dan berbagi berkat, agar bisa menyelamatkan negeri ini. (ARS/WN)






from WiyaiNews http://ift.tt/1AMz87a

#papua #wiyainews

KODAM XVII/ CENDERAWASIH JAMIN KEAMANAN KUNJUNGAN PRESIDEN JOKOWI KE PAPUA

Jayapura, Wiyai News – Panglima Komando Daerah Militer XVII/ Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Fransen G. Siahaan mengatakan kekuatan TNI untuk mengarahkan keamanan dalam rangka kunjungan Presiden Indonesia Jokowi ke Jayapura untuk melakukan natal nasional bersama TNI Polri dan masyarakat Papua.


Lebih lanjut, Pangdam menjelaskan kekuatan keamanan dalam hal ini TNI Polri di Papua cukup besar, untuk itu pihaknya meminta kepada petinggi TNI Polri di Jakarta agar tidak perlu ada penambahan personel dari luar Papua.


“Ya, kekuatan personel di Kodam XVII/Cenderawasih bersama Polda Papua cukup kuat untuk melakukan pengamanan dan tidak perlu ada penambahan personel dari luar Papua saat kunjungan Presiden Indonesia Ir. Joko Widodo ke Jayapura nanti,” kata Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI. Fransen G.Siahaan. SE, usai melakukan tatap muka dengan insan pers di Aula Tonny A. Rompis Makodam XVII/Cenderawasih, Kamis (18/12/14).


Dikatakan Pangdam, alasan tidak perlu penambahan personel keamanan dari luar Papua karena ada kekuatan personel dari 1 Komando Resort Militer 2 Batalyon Infantri dibantu personel dari pihak kepolisian serta pasukan yang melekat pada Presiden yaitu pasukan khusus Presiden (Paspampres).


“Nanti ada pasukan dari Korem 172 akan digerakan dan Batalyon 751/Raider serta Batalyn 756 di Wamena, Kabupaten Jaya Wijaya. Kekuatan personel lain yaitu unsur bantuan Den Zipur, karena Detasemen Zeni Tempur yang mempunyai kemampuan untuk mengamankan Bom dan akan di bantu oleh Jihandak dari kepolisian,” tegas mantan Danrem Sorong 171/PVT itu.


Ketika disinggung kesiapan pasukan dalam menghadapi ancaman seperti peledakan bom saat kunjungan Presiden Jokowi dan rombongan nanti, Pangdam dengan tegas mengatakan tidak ada bom akan tetapi mungkin untuk intrik-intrik ke sana masih didalami akan tetapi ancaman tersebut tidak akan ada. “Kalau untuk daerah rawan kita selalu waspadai saat kunjungan Presdien nanti,” katanya.


Selain itu, TNI sebagai alat Negara berharap kepada Gubernur untuk di gelar titik-titik mana yang akan menjadi kunjungan Presiden Jokowi nanti.


“Karena Gubernur adalah sebagai penanggung jawab masalah keamanan dan hal itu tertuang dalam Undang-undang Pemerintahan bahwa, keamanan dibawah tanggung jawab Gubernur,” jelas Jenderal berpangkat 2 bintang itu.


Untuk itu, kata Pangdam, dalam rangka kedatangan Presiden RI ke Jayapura, 27 Desember 2014 mendatang, Ibu Yohana Yembise Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah mnghubungi pihak Kodam XVII/ Cenderawasih dan Polda Papua untuk menyampaikan perkembangan dan situasi di Papua khusus kota Jayapura dimana Presiden akan mengikuti acara natal nasional pada tanggal 27 Desember 2014.


“Dari kesimpulan yang telah disampaikan kepada ibu Menteri Yohana dan akan disampaikan nanti kepada Presiden bahwa aparat keamanan Kodam XVII/Cenderawasih bersama jajaran Polda Papua sudah siap untuk mengamankan kedatangan Presdien RI,” tegas Pangdam. (PIET/WN)






from WiyaiNews http://ift.tt/1C3F1ya

#papua #wiyainews

Wednesday, December 17, 2014

MASYARAKAT TORAJA DATANGI POLRES SORKOT MEMBAWA MAYAT

Penyidik Polsek Sorong Timur bersama penyidik Polres Sorong Kota berhasil menangkap dua orang yang diduga pelaku pengeroyokan alamarhum JT. Kedua terduga itu masing-masing berinisial AR dan SA.


Sorong, Wiyai News – Puluhan masyarakat Toraja, Rabu (17/12/14) siang mendatangi Mapolres Sorong Kota membawa mayat JT, korban pemukulan warga KPR Permai kilometer 12, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong.


Terkait hal itu, Wakapolres Sorong Kota, Kompol Syamsu Ridwan, S.Ik mengatakan pihaknya telah mengantongi sejumlah identitas pelaku pengeroyokan terhadap JT.


Sesuai kronologisnya, kata Ridwan, di saat perjalanan pulang JT dihadang sejumlah pemuda yang dipengaruhi minuman keras, melakukan pemalakan. hingga akhirnya dituduh sebagai pencuri lalu dianiaya. Akibatnya, JT mengalami luka cukup serius dan meninggal dunia keesokkan harinya, Selasa (17/12/14) malam di RSUD Sele be Solu. Sedangkan peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Senin (15/12/14) malam.


Jika sudah jelas perkara itu, Wakapolres mengaku akan melakukan penangkapan terhadap para pelaku.


Dari pantauan media ini kemarin, puluhan warga Toraja mendatangi Mapolres Sorong meminta agar anggota Kepolisian Resor Sorong Kota dapat menangkap para pelaku dalam kurun waktu 1×24 jam. Jika penangkapan belum juag dilakukan, warga Toraja mengancam akan melakukan tindakan sendiri tanpa menunggu aparat kepolisian.


Sebelumnya, pada Selasa (16/12/14) malam, sekitar pukul 23.30 WIT, keluarga korban melakukan pencarian sendiri di KPR Permai. Namun, karena tidak menemukan pelaku, warga meluapkan emosinya dengan menghancurkan pangkalan ojek. Beruntung dari peristiwa penghancuran itu tidak ada korban jiwa.


Sementara itu, tokoh masyarakat Tanah Toraja, Drs. Paulus Linglingsugi mengatakan, tindakan yang dilakukan keluarga korban karena merasa kesal dengan kinerja kepolisian yang dinilai lambat dalam menangkap para pelaku.


Tokoh Masyarakat Toraja, Drs Paulus Linglingsugi

Tokoh Masyarakat Toraja, Drs Paulus Linglingsugi



”Makanya masyarakat Toraja Kota dan Kabupaten Sorong membawa jenasah ke Polres ini supaya Pak Polisi segera menangkap para pelaku yang sudah dikantongi identitasnya sebab kami sudah menunggu penyelesaian masalah ini dari malam kejadian itu,” jelas Anggota DPRD Kota Sorong berdarah Toraja itu.


Lebih lanjut Linglingsugi menjelaskan, apa yang menjadi tuntutan masyarakat Toraja pihak kepolisian sudah menyanggupinya untuk menangkap para pelaku, sehingga pihaknya menungggu janji pihak kepolisian itu.


Dari data yang dihimpun Wiyai News kemarin malam menyebutkan bahwa penyidik polsek Sorong Timur bersama penyidik Polres Sorong Kota berhasil menangkap dua orang yang diduga pelaku pengeroyokan alamarhum JT. Kedua terduga itu masing-masing berinisial AR dan SA.


Mengetahui polisi telah mengamankan dua terduga, masyarakat Toraja langsung mendatangi mapolres Sorong Kota untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. (ARS/WN)






from WiyaiNews http://ift.tt/1Ag1dph

#papua #wiyainews

BRIGPOL ASARYA RAHAKBAUW DIKEROYOK, DEN C BRIMOB POLDA PAPUA LAKUKAN PENYISIRAN

Sorong, Wiyai News – Pasca pengeroyokan terhadap salah satu anggota Polres Sorong Kota, Brigpol Asarya Rahakbauw pada Rabu (17/12/14) dinihari sekitar pukul 02.00 WIT di Jalan Jenderal Ahmad Yani, tepatnya di depan Kompleks Sorpus, Kota Sorong, Satuan Brimob Detasemen C dan anggota Polres Sorong Kota melakukan penyisiran dan penangkapan para pelaku pengeroyokan terhadap Brigadir Polisi AR.


Penyisiran itu dipimpin langsung Wakapolres Sorong Kota, Kompol Syamsu Ridwan, S.Ik dan Komandan Detasemen C Brimob Polda Papua, Kompol. H. Madun Patty Narwawan Rabu (17/12) siang sekitar pukul 12.30 WIT.


Wakapolres Sorong Kota. Kompol, Syamsu Ridwan, S.Ik kepada sejumlah wartawan mengatakan, dari hasil penyisiran tersebut, pihaknya telah mengamankan sejumlah warga yang diduga merupakan pelaku pengeroyokan anak buahnya itu.


“Kita telah menahan beberapa orang dan saat ini masih dalam penyelidikan, apakah mereka termasuk pelaku atau bukan,” katanya.


Polisi menggrebek rumah salah satu tersangka

Polisi menggrebek rumah salah satu tersangka



Lebih lanjut Ridwan menjelaskan, pemukulan itu bermula saat anggotanya mengendarai motor, kemudian menabrak seekor anjing, hingga terjatuh. Melihat kejadian itu, sejumlah warga, yang tengah dipengaruhi minuman keras, justru kembali melakukan pemukulan terhadap Brigpol Asarya.


Ridwan menambahkan, akibatnya anggota Dalmas Polres Sorong Kota itu mengalami luka dibagian pelipis sebelah kiri, hidung patah, wajah menalami bengkak, tangan kanan dan lutut bagian kiri mengalami luka lecet. Dua luka tusukan dibagian pinggung sebelah kiri dengan kedalaman dua cm. Untuk pelaku pemukulan yang telah diamankan anggota polres Sorong Kota, diantaranya NJ, IJ, SN, JK, MS, JJ, SJ.


Oleh karena itu, Wakapolres Sorong Kota menghimbau kepada masyarakat Kota Sorong, agar mau memerangi peredaran minuman keras sebab menurutnya, mengkonsumsi miras dapat mempengaruhi akal sehat manusia, yang nantinya dapat berbuat hal yang tak diinginkan.


Dari pantauan wiyainews.com, penyisiran aparat kepolisian ini dengan bersenjata lengkap serta mobil tank lapis baja, sementara sebagian pasukan masuk kedalam kompleks mencari para pelaku lainnya, mencari dari rumah ke rumah.


Tapi hanya mendapat 4 orang, terpaksa orang tua dari para pelaku lainnya diamankan polisi sebagai jaminan, supaya segera anak-anaknya diserahkan, hingga Rabu (17/12/14) sore barulah para pelaku itu diserahkan, kemudian orang tua mereka dibebaskan.(ARS/WN)






from WiyaiNews http://ift.tt/1zwcGkt

#papua #wiyainews

Monday, December 15, 2014

PEMPROV PAPUA BERIKAN BANTUAN 100 SAK SEMEN KEPADA GEREJA GKI TEHUPA

Jayapura, Wiyai News – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan bantuan berupa 100 sak semen kepada GKI Tehupa, Skouw Sae, Distrik Muaratami, Kota Jayapura, Papua. Dimana bantuan tersebut digunakan untuk pembangunan gereja di daerah tersebut.


Pemberian bantuan untuk pembangunan gereja Tehupa diserahkan bertepan dengan perayaan Natal bersama Kominfo Papua, yang dilakukan pada 11 Desember lalu, di kawasan perbatasan.


“Sementara, lewat Natal ini kami mencoba untuk membuka atau memberikan suatu perubahan khususnya di daerah-daerah terpencil,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Papua, Arschipus Kaize kepada wartawan, di Jayapura, Papua, Senin (15/12/14).


Menurut Kaize, selama ini pembangun gereja di Skouw Sae dilakukan melalui swadaya masyarakat setempat. Untuk itu, dengan adanya bantuan dari pemerintah provinsi diharapkan dapat membantu jemaat setempat.


“Ini kami lakukan karena gubernur mengatakan pembangunan itu dilakukan mulai dari kampung ke kota. Dari sisi Kominfo kami mencoba untuk membuka wawasan, karena daerah perbatasan merupakan serambinya Indonesia, apalagi Skouw merupakan titik pertama,” kata Kaize.


Diharapkan, ketika peresmian gereja yang direncanakan rampung 2017 mendatang, bisa dirangkaikan dengan kegiatan-kegiatan lain, seperti membuat satu abrasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan pembangunan rumah bagi masyarakat oleh Dinas Sosial, kemudian infrastruktur.


“Dengan harapan daerah di kawasan perbatasan ini kedepan akan berubah lebih maju,” katanya.


Sebelumnya. Kepala Biro Kesra dan Kemasyarakatan Papua, Naftali Yogi mengatakan dana yang diperuntukan untuk pembinaan semua lembaga keagamaan yang sudah dipersiapkan pemerintah provinsi sebesar Rp. 19 miliar dalam bentuk fresh money.


Dana sebesar Rp. 19 miliar merupakan 10 persen dari 20 persen dana Otonomi Khusus Papua, yang diperuntukan untuk pembinaan semua lembaga keagamaan yang ada di Provinsi paling timur di Indonesia ini.


“Semua dana tersebut sementara dalam proses administrasi, diharapkan dalam waktu dekat bantuan kepada semua lembaga keagamaan sudah dapat diberikan,” kata Naftali Yogi kepada wartawan, di Jayapura, Papua. (EDDY/WN)






from WiyaiNews http://ift.tt/1BPqzMH

#papua #wiyainews

PERAN GURU SANGAT PENTING DALAM MEMAJUKAN PENDIDIKAN DI TANAH PAPUA

Jayapura, Wiyai News – Guru memiliki pesan besar dalam memajukan pendidikan di tanah Papua, karena kualitas dari pendidikan adalah seorang guru. Statement tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua, Elias Wonda.


“Sebenarnya inti dari kualitas pendidikan itu guru. Banyak orang yang menilai kualitas pendidikan itu siswa, tapi saya sendiri mengatakan itu guru, karena memang guru harus berkualitas, baru pendidikan di Papua bisa maju,” kata Elias Wonda kepada wartawan, di Jayapura, Papua, Minggu (14/12/14).


Elias menilai, saat ini kebanyakan guru ketika mengajar lebih memberi catatan ketimbang mengajar seorang siswa, bahkan guru sering tidak berada di tempat.


“Kalau dulu, tepatnya di tahun 80 an, guru tidak pernah memberikan buku kepada siswa, tetapi lebih dulu berikan materi baru mengajar. Begitu juga sebelum mengajar, pengawas akan melakukan pemeriksaan, kalau oke baru diperbolehkan untuk mengajar sampai selesai dan keluar,” katanya.


Sebelumnya. Asisten II Papua, Elia Loupatty mengatakan pemerintah daerah, baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota masih terus menggumuli masalah pendidikan di Papua, karena secara nasional telah memberikan dampak yang kurang baik bagi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua.


Disamping itu, masalah pendidikan juga menjadi perhatian Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, sehingga dalam program Gerbang Mas Hasrat Papua, pendidikan memiliki prioritas tersendiri yang harus dilaksanakan, karena itu pembangunan berawal dari manusia dan kembali berakhir pada manusia itu sendiri.


“Kami sadar persoalan ini tidak bisa kami selesaikan sendiri, sehingga kami sangat berharap dukungan dari stakeholder yang lain, agar persoalan pendidikan dapat tertangani dan ditangani secara bersama-sama, demi terwujudnya visi Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera,” kata Elia Loupatty. (EDDY/WN)






from WiyaiNews http://ift.tt/1wzWcW4

#papua #wiyainews

Sunday, December 14, 2014

MEMBERANTAS KEMISKINAN DI TANAH PAPUA MELALUI PROGRAM STRATEGIS PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KELEMBAGAAN KAMPUNG

Jayapura, Wiyai News – Program Strategis Pembangunan Ekonomi dan Kelembangaan Kampung (PROSPEK), yang menjadi salah satu program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua, diharapkan dapat secara efektif memecahkan permasalahan masyarakat di kampung.


Membutuhkan komunikasi dan koordinasi yang baik antara semua stakeholder guna mengevaluasi berbagai kebijakan yang telah dilakukan, hal ini demi mendapatkan masukan-masukan yang bermanfaat dalam rangka perbaikan dan peningkatan efektifitas pemanfaatan dana PROSPEK.


Peralihan kepemimpinan dan organisasi mendorong pemerintahan di bawah kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe dan Wakilnya Klemen Tinal untuk terus melakukan koordinasi bersama semua pihak dalam rangka penangulangan kemiskinan melalui PNPM mandiri dan PROSPEK. Sinkronisasi tersebut juga merupakan sebuah tahapan kemajuan mengingat telah terjadi perubahan struktur organisasi dari BIRO Mental Spiritual menjadi BIRO Kesra dan Kemasyarakatan.


Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakataan, Setda Provinsi Papua Naftali Yogi mengatakan dengan koordinasi dan sinkronisasi yang dilakukan pada masa transisi ini dapat memberikan solusi yang tepat demi mewujudkan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yakni Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera.


Naftali mengakui saat ini banyak masalah sosial yang timbul di tengah masyarakat Papua seperti meningkatnya angka pengangguran, kemiskinan, kematiaan ibu dan anak, putus sekolah dan sebagainya yang mengarah pada penurunan kualitas dan angka harapan hidup.


Gambaran terhadap masyarakat Papua yakni suatu masyarakat yang mengalami keterpurukan kehidupan yang memperhatinkan dan mengelitik hati para petinggi untuk segera diatasi dan dituntaskan.


Selama ini berbagai upaya telah dilakukan untuk menangulangi permasalahan sosial, lembaga keagamaan, lembaga masyarakat dan sektor wisata, namun di sisi lain masih banyak kekurangan dalam akses lapangan pekerjaan yang terbatas, rendahnya pendapatan ekonomi, diharmonisasi keluarga dan kompleksitas faktor sosial kemasyarakatan.


Dengan kondisi tersebut maka Pemerintah Provinsi Papua berupaya untuk menuangkan permasalahan, kebutuhan dan aspirasi masyarakat melalui koordinasi dan sinkronisasi peningkatan efektifitas penangulangan kemiskinan melalui PROSPEK.


PROSPEK sendiri memuat sejumlah harapan Pemerintah Papua kepada masyarakat, sebuah harapan terbesar yakni kebangkitan dari keterpurukan untuk membangun daerahnya sendiri yang lahir dengan didasari kesadaran untuk kebersamaan di kalangan masyarakat. Koordinasi dan sinkronisasi diharapkan harus terus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, informasi dan ketrampilan masyarakat untuk bangkit mendorong dirinya sendiri dalam membangun daerahnya menuju kehidupan yang mandiri dan sejahtera.


Selain itu pembangunan kesadaran bersama yang bertitik tolak pada kesadaran pribadi untuk mengalang kekuatan diri, sumber daya alam dan potensi lokal menjadi kekuatan bersama ke arah pemberdayaan masyarakat demi peningkatan kualitas dan angka harapan hidup.


Suatu kendala yang dihadapi para dinas teknis yakni masyarakat Papua pada umumnya tak ingin dikatakan miskin, meski dari data nasional menunjukan masyarakat Papua masih miskin. Hal ini menjadikan perbedaan antara data nasional dan pengakuan masyarakat Papua sendiri. Namun Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung Provinsi Papua Donatus Motte mengatakan, selama orang Papua masih banyak yang mengantri di rumah sakit, maka semakin banyak pula apotek yang menjamur di Papua, begitu pula selama banyak orang Papua yang tidak bersekolah maka menunjukan Papua masih miskin.


Dengan demikian maka Pemerintah Provinsi Papua terus berupaya menangulangi tingkat kemiskinan dan penganguran melalui Program Starategis Pembangunan Ekonomi dan Kelembangaan Kampung juga dikolaborasikan dengan Program Nasional yakni PNPM Mandiri perkotaan dan pedesaan.


Kedu Program ini telah dilakukan sejak tahun 2007 kala itu PROSPEK disebut dengan RESPEK, hingga saat ini kedua program itu masih digunakan oleh Pemerintah Provinsi Papua dan Program PROSPEK merupakan program salah satu unggulan Pemerintah Provinsi Papua. Untuk mengurangi kemiskinan di tanah Papua, harus mengunakan pendampingan pada program-program tersebut kepada masyarakat Papua sendiri sehingga penyaluran anggaran yang diberikan benar-benar bermanfaat dan tepat guna.


Dari data Badan Pusat Statestik selama tujuh tahun terakir, menyatakan Kemiskinan di Papua mengalami penurunan 10 % , data tersebut membuktikan anggka kemiskinan yang berangsur pulih, meki demikian hingga saat ini Pemerintah Provinsi Papua belum berbanga dengan angka tersebut mengingat visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua yakni Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera belum 100 % berhasil.


Untuk itu berbagai upaya terus di tingkatkan bukan hanya sebagai penambahan program untuk dikerjakan, namun yang terpenting adalah terus mengevaluasi capaian dan kendala yang dihadapi, sehingga dalam penetapan program tidak salah dari sasaran yang nantinya dicapai.


Dengan kekayaan alam yang dimiliki maka masyarakat Papua tidak harus dikategorikan sebagai masyarakat miskin, terlebih data Badan Pusat Statistik pada tahun 2010 menyatakan Provinsi Papua merupakan Provinsi yang termiskin, data tersebut seolah memalukan Pemerintah Provinsi Papua.


Untuk itu Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe dan Klemen Tinal, terus berjuang untuk mewujudkan papua yang bebas dari kemiskinan yang hingga saat ini masih menjadi kendala di tanah Papua, khususnya Provinsi Papua.


Dengan Program Strategis Pembangunan Kelembagaan dan Ekonomi Kampung maka diharapkan akan menjadi sebuah jawaban atas derita kemiskinan yang selama ini dihadapi pemerintah dan masyarakat Papua. (JEB/AKE/WN)






from WiyaiNews http://ift.tt/1uKVlih

#papua #wiyainews